Senin, 07 November 2016

KETUA PRODI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN UNIVET BANTARA SUKOHARJO MERAIH GELAR DOKTOR ILMU PANGAN


Rabu, 19 Oktober 2016 menjadi moment yang sangat luar biasa membanggakan bagi Prodi Teknologi Hasil Pertanian Univet Bantara Sukoharjo karena Kepala Prodi THP Dr Ir. Sri Hartati, MP. Menjalani Wisuda Doctoral (S3) di Universitas Gadjah Mada. Jurusan Prodi THP Univet Bantara Sukoharjo sangat bersyukur karena beliau telah meraih gelar Doctor bidang Ilmu pangan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan penelitian tentang aktivitas antioksidan pada bekatul (Antioxidant Activity of Rice Bran). Sebagai salah satu dosen sekaligus Kaprodi tentu saja akan sangat memberikan support kepada Prodi THP khususnya dan Fakultas Pertanian Univet dalam peningkatan kualitas pembelajaran, perkuliahan dan riset (penelitian).
Dr. Ir Sri Hartati. M.P. bersama Suami
THP sebagai salah satu prodi di Univet Bantara Sukoharjo yang berfokus pada peningkatan kompetensi lulusan sarjana dalam kaitanya pengembangan ilmu dan teknologi pengolahan pangan. Prodi THP berusaha untuk mengangkat sumber daya lokal sebagai modal dasar dalam mendorong kemandirian pangan dan pengembangan industri pangan yang sejalan dengan visi misi yang ingin dicapai. Peluang pengembangan industri pangan yang sangat terbuka luas di era persaingan bebas Kawasan (baca:MEA), menciptakan peluang bagi sarjana-sarjana lulusan Prodi THP untuk terlibat langsung menjadi tenaga-tenaga ahli, profesional dan terampil untuk meningkatkan daya saing Industri Pangan baik lokal maupun menuju global. Dalam rangka mempersiapkan lulusan sarjana THP yang memiliki daya saing maka salah satunya peningkatan tenaga-tenaga pendidik (Dosen) harus terus dilakukan, baik melalui pengembangan riset-riset sesuai kompetensi dan bidang ilmu dosen ataupun studi lanjut doktoral. Semoga momentum ini menjadi pendorong bagi Prodi THP semakin maju dan berkualitas.   
Sekali lagi, selamat kepada Ibu Dr. Ir. Sri Hartati, M.P.  yang telah menyelesaikan studi doctoral di UGM, semoga Dosen lain segera menyusul untuk studi lanjut Doctoral demi kemajuan Prodi THP Univet Bantara Sukoharjo.

Senin, 24 Oktober 2016

MAHASISWA THP UNIVET KUNJUNGAN KE LIPI GUNUNG KIDUL YOGYA

Senin, 24 Oktober 2016 kurang lebih 20 mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Univet Bantara Sukoharjo dan didampingi 2 dosen, melakukan kunjungan ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Gunung Kidul Yogyakarta. Kunjungan kali ini untuk menyemarakan kegiatan Pekan Teknologi yang diadakan oleh LIPI. Kunjungan bersama mahasiswa prodi THP dimaksudkan untuk  memberikan wawasan kepada mahasiswa terkait perkembangan ilmu pengetahuan dan  teknologi kimia dan pengolahan bahan alam yang memang menjadi fokus penelitian dan pengembangan LIPI Gunung Kidul. Mahasiswa THP diharapkan mampu mengembangkan keilmuaanya secara spesifik terkait dengan analisis bahan pangan, serta teknologi proses dan pengolahan pangan. 


 Penyerahan vandel sebagai kenang-kenangan

        Kunjungan sekaligus sebagai ajang untuk menjalin kerjasama dan hubungan yang lebih erat, karena LIPI Yogyakarta secara lisan juga telah menyampaikan bahwa LIPI membuka kesempatan dan peluang kepada Mahasiswa utuk melakukan penelitian maupun analisis di Laboratorium yang ada di LIPI Yogyakarta tersebut. 
Kedepan Semoga THP Univet Selalu jaya!!!  

Bekatul





                                                                  BEKATUL
                                   Penulis : Amelia Ayu Kusumaningtyas
 



Bekatul (Rice Bran) adalah hasil samping penggilingan padi yang terdiri dari aleurone layer, seed coat dan germ. Bekatul dihasilkan pada saat yang bersamaan dengan dihasilkannya beras. Setidaknya 10 % proses penggilingan padi menjadi beras menghasilkan produk samping berupa bekatul (Shih, 2003)
Produksi bekatul berbanding lurus dengan produksi beras. Beras yang menjadi makanan pokok orang Indonesia tentu akan memiliki produksi bekatul yang cukup besar. Saat ini bekatul hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Padahal, laporan penelitian menyebutkan bahwa bekatul mengandung komponen bioaktif pangan yang bermanfaat bagi kesehatan. Sehingga bekatul sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional yang bernilai gizi  dan menyehatkan.
Kandungan dan Manfaat dari Bekatul
            Bekatul kaya akan vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5 dan B6), vitamin E (tocopherols dan focotrienols), carotenoid, asam lemak esensial, dietary fiber, asam amino, goryzanol, polyphenols, mineral dan phytosterols. Komponen-komponen bioaktif tersebut banyak terdapat pada bagian seed coat dan aleurone layer.
            Kandungan g-oryzanol dan asam lemak tidak jenuh pada bekatul dapat menurunkan secara nyata kadar kolesterol darah, yaitu low density lipo-protein (LDL) cholesterol dan very low density lipo-protein (VLDL) cholesterol, serta dapat meningkatkan kadar high density lipo-protein (HDL) pada kolesterol darah. Bekatul juga dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan metabolisme glukosa. Percobaan dibuktikan dengan tikus yang secara genetik mengalami hipertensi dan hiperlipidemia. Cara kerja penurunan tekanan darah melalui penghambatan kerja enzim angiotensin I-converting enzyme (ACE).
Bagaimana Mengetahui Bekatul yang Baik?
            Bekatul sebagai pangan yang berkualitas dan awet, komponen penyebab kerusakan dari bekatul seperti lemak dan air harus dihilangkan. Tetapi, komponen bioaktifnya harus tetap dijaga agar tidak hilang,atau tidak, meminimalkan kehilangan komponen tersebut.

Cara Penyimpanan Bekatul
            Bekatul sebaiknya disimpan di tempat yang dingin dan kering, sehingga tidak mudah ditumbuhi oleh mikroorganisme perusak serta dapat juga disimpan dalam kemasan plastik seperti polyethylene atau PE agar terlindungi dari pencemaran, kerusakan fisik dan dapat menahan perpindahan gas dan uap air.
Cara Mengonsumsi Bekatul
            Bekatul dapat dicampur dengan bahan lain seperti pada pembuatan biskuit, kue dan sereal. Tepung bekatul dapat digunakan sebagai bahan subtitusi roti, cookies, minuman berserat dan sereal sarapan.Pemanfaatan bekatul menjadi produk minyak bekatul (rice bran oil atau RBO) telah lama dilakukan di negara maju. Biasanya RBO digunakan sebagai bahan baku produk makanan ringan, margarin dan mayones.

*diolah dari berbagai sumber..

Selasa, 30 Agustus 2016

PRAKTEK KERJA LAPANGAN MAHASISWA THP DI PT. GUJATI 59

Penyerahan Cenderamata Kepada PT. Gujati 59
Pada bulan Juni s.d. Juli, mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Semester 5 melakukan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Mata kuliah KKL merupakan salah satu mata kuliah wajib di prodi THP, setiap mahasiswa berkewajiban melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan ke Industri Pertanian, khususnya Industri Makanan, dan Minuman. Pelaksanaan mata kuliah KKL ini bertujuan agar Mahasiswa THP menerapkan materi-materi kuliah yang telah dilalui agar dapat diaplikasikan dalam dunia kerja/ industri Pangan.     

Foto Bersama Mahasiswa PKL, Dosen dan Direktur Keuangan Gujati 59 

Pada kesempatan kali ini 4 mahasiswa melaksanakan KKL di PT. Gujati 59 di divisi pengolahan Jamu dan PT Mazzoni dengan produk bumbu-bumbu instan dan bumbu tabur. Pelaksanaan KKL  berlangsung selama 1 bulan di bagian produksi dan QC (Quality Control) serta RnD produk (Riset & development).   


Selasa, 23 Agustus 2016

TIM MAHASISWA Teknologi Hasil Pertanian JUARA I LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA UNIVET BANTARA SUKOHARJO


Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo yang di adakan pada tgl 8 Agustus 2016 di Ruang seminar Gedung H lantai 3. Kegiatan yang diikuti oleh 64 tim telah melewati proses desk evaluasi oleh 6 reviewer internal antara lain : 1. Prof. Dr. Ali Mursid WM., MP.; 2. Prof. Dr. Suwarto; 3. Dr. Heri Agus, 4. Drs. Nuryani, M.Hum; 5. Drs. Agus Purwanto, M.Pd. dan 6. Ir. Sri Hartati., M.P.  Dari proses review desk evaluasi menghasilkan 12 tim yang lolos dalam seleksi final LKTIM.

TIM mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian yang terdiri atas Esti, Niken, Dian, dan Bismar pada presentasi final LKTIM mendapatkan nilai tertinggi dengan mengangkat tema pengabdian masyarakat di Dusun Pencil melalui produk olahan selai buah jambu mete. Penjaringan karya tulis ilmiah ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam mengajukan Program Kreatifitas Mahasiswa yang diselenggarakan oleh DIKTI. Sebagai gambaran, program PKM dikti terdapat 5 skema (PKM P, PKM M, PKM KC, PKM T, PKM K) dan 2 skema (AI & GT). Sehingga kedepan, UNIVET Bantara Sukoharjo dapat mengambil peran yang lebih dalam kegiatan penalaran dan ilmiah.

Kami ucapkan kepada TIM Mahasisawa THP yang telah menjadi Juara I di Lomba KTIM, semoga dapat mendorong mahasiswa-mahasiswa lain untuk berkarya dalam kegiatan penalaran.